Universitas Narotama Perkuat Edukasi Pasar Modal melalui Workshop Hero Invest by Kiwoom
16 Mei 2026, 21:19:22 Dilihat: 40x
Universitas Narotama memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan edukasi pasar modal melalui penyelenggaraan Workshop Trading and Application Navigation bersama Kiwoom Securities dan Bursa Efek Indonesia.
Workshop yang berlangsung pada 11 dan 13 Mei 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama resmi yang telah diinisiasi antara Universitas Narotama, Kiwoom, dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam wawancara Ani Wulandari, S.E., M.M selaku Kasubdit Kerja Sama Universitas Narotama menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi workshop perdana (kickstart workshop) dalam pengembangan Galeri Investasi Universitas Narotama.
“Pada tanggal 11 Mei, peserta workshop terdiri dari penanggung jawab Galeri Investasi Universitas Narotama serta dosen-dosen yang memiliki minat di bidang trading dan investasi. Sedangkan pada tanggal 13 Mei, workshop ditujukan kepada 10 mahasiswa yang nantinya akan menjadi pengelola Galeri Investasi Universitas Narotama,” jelas Ani Wulandari.
Materi workshop meliputi pengenalan Kiwoom, pengenalan aplikasi investasi Hero Invest, edukasi pasar modal, hingga praktik navigasi penggunaan aplikasi Hero Invest.
Menurut Ani Wulandari, keberadaan Galeri Investasi Universitas Narotama memiliki posisi strategis dalam meningkatkan pemahaman pasar modal di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
“Tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan awareness dan keilmuan tentang pasar modal di kalangan dosen, mahasiswa, dan publik sekitar Universitas Narotama. Selain itu juga membuka peluang investasi yang aman dengan pendampingan profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kiwoom merupakan perusahaan sekuritas terbesar di Korea Selatan dengan kekuatan modal yang besar. Meskipun namanya belum terlalu dikenal luas di Indonesia, Universitas Narotama melihat potensi besar dari kerja sama tersebut, terlebih Universitas Narotama menjadi mitra pertama Kiwoom di Jawa Timur.
Selain edukasi dan investasi, Galeri Investasi Universitas Narotama juga diharapkan mampu membuka peluang pengembangan karier mahasiswa. Mahasiswa nantinya dapat melakukan magang, riset, praktik kerja, hingga mempersiapkan diri untuk bekerja di bidang pasar modal.
Salah satu peluang karier yang diperkenalkan dalam workshop adalah kepemilikan sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek). Sertifikasi ini menjadi syarat penting untuk bekerja secara legal di bidang pasar modal.
“Pemilik sertifikasi WPPE tidak hanya bisa bekerja di pasar modal, tetapi juga di perbankan, pengelolaan aset, hingga dana pensiun. Di Jawa Timur sendiri jumlah pemegang sertifikasi ini masih belum banyak sehingga peluang kariernya cukup besar,” terang Ani Wulandari.
Sebagai bagian dari kerja sama, edukasi pasar modal nantinya akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran Universitas Narotama. Pengajar dari Kiwoom akan hadir di kelas-kelas terkait untuk memberikan materi secara langsung. Selain itu, pelatihan rutin juga akan dilaksanakan secara berkala melalui kelas-kelas kecil bersama Kelompok Studi Pasar Modal mahasiswa.
Ani Wulandari menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah edukasi pasar modal dan perubahan stigma negatif masyarakat terhadap investasi.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa investasi bisa menjadi peluang penghasilan pasif yang baik apabila dilakukan dengan ilmu dan kemampuan mitigasi risiko yang benar,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan pasar modal tidak dapat dikuasai hanya melalui satu kali workshop singkat, sehingga program edukasi lanjutan akan terus dilakukan secara bertahap.
Dalam kesempatan tersebut, Ani Wulandari menyampaikan bahwa narasumber workshop, Teguh Wibowo, memberikan respons positif terhadap kegiatan ini.
Ke depan, Universitas Narotama berharap Galeri Investasi Universitas Narotama dapat berkembang menjadi pusat edukasi pasar modal yang produktif, berprestasi, dan mampu menjalin pembinaan dengan sekolah-sekolah menengah atas melalui program literasi pasar modal.
“Kami berharap Galeri Investasi Narotama bisa berkembang dengan lingkungan yang suportif dan mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun civitas akademika,” tutup Ani Wulandari.